Maka Nikmatilah, Karena Ini Pun Akan Berlalu

•Maret 12, 2008 • 1 Komentar

embun.jpgSaat di depanmu terhidang nasi sayur tahu tempe, mengapa mesti sibuk berandai-andai dapat makan ikan, daging atau ayam ala resto? Padahal kalau saja kau nikmati apa yang ada tanpa berkesah, pastilah rasanya tak jauh beda. Karena enak atau tidaknya makanan lebih tergantung kepada rasa lapar dan mau tidaknya kita menerima apa yang ada. Maka nikmatilah, karena jika engkau terus mengharap makanan yang lebih enak, makanan yang ada di depanmu akan basi, padahal belum tentu besok engkau akan mendapatkan yang lebih baik daripada hari ini.

Saat engkau menemui udara pagi ini cerah, langit hari ini biru indah, mengapa sibuk mencemaskan hujan yang tak kunjung datang? Padahal kalau saja kau nikmati adanya tanpa kesah, pastilah kau dapat mengerjakan begitu banyak kegiatan dengan penuh kegembiraan. Maka nikmatilah, jangan malah resah memikirkan hujan yang tak kunjung tumpah. Karena jika kau tak menikmatinya, maka saat tiba masanya hujan menggenangi tanahmu, kau pun kan kembali resah memikirkan kapan hujan berhenti.

Percayalah, semua ini akan berlalu, maka mengapa harus memikirkan sesuatu yang tak ada, namun suatu saat pasti akan hadir jua? Sedang hal itu hanya akan membuat kita kehilangan keindahan hari ini karena mencemaskan sesuatu yang belum pasti.

Saat engkau memiliki sebuah pekerjaan dan mendapatkan penghasilan, meski tak sesuai dengan yang kau inginkan, mengapa mesti kesal dan membayangkan pekerjaan ideal yang jauh dari jangkauan? Padahal kalau saja kau nikmati apa yang kau miliki, tentu akan lebih mudah menjalani. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat kau dapatkan apa yang kau inginkan, ternyata tak seindah yang kau bayangkan. Maka nikmatilah, karena bisa jadi saat sudah kau lepaskan, kau akan menyesal, ternyata begitu banyak kebaikan yang tidak kau lihat sebelumnya. Ternyata begitu banyak keindahan yang terlewat tak kau nikmati.

Maka nikmatilah, dan jangan habiskan waktumu dengan mengeluh dan menginginkan yang tidak ada. Maka nikmatilah, karena suatu saat, semua ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, jangan sampai kau kehilangan nikmatnya dan hanya mendapatkan getirnya saja. Maka nikmatilah dengan bersyukur dan memanfaatkan apa yang kau miliki dengan lebih baik lagi agar besok menjadi sesuatu yang berguna. Maka nikmatilah karena ia akan menjadi milikmu apa adanya dan hanya saat ini saja. Sedang besok bisa jadi semua telah berganti.

Jika hari ini engkau menderita, maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu, jangan biarkan dia pergi, kemudian ketika kau harus lebih menderita suatu saat nanti, engkau tidak sanggup menahannya. Maka nikmatilah rasa sedihmu, dengan mengenang kesedihan yang lebih dalam yang pernah kau alami. Dengan membayangkan kesedihan yang lebih memar pada hari akhir nanti jika kau tak dapat melewati kesedihan kali ini.

Dengan menemukan penghapus dosa pada musibah yang kau alami kini. Maka nikmatilah rasa galaumu, dengan betafakkur lebih banyak atas permasalahan yang kau hadapi. Dengan memikirkan kedewasaan yang kan kau gapai atas resah dan galau itu. Dengan kematangan yang akan kau miliki setelah berhasil melewati semua ini. Maka nikmatilah rasa marahmu, dengan kemampuan mengendalikan diri. Dengan memikirkan penggugur dosa yang kan kau dapatkan. Dengan mendapatkan kemenangan atas diri pribadi yang tak semua orang dapat lakukan.

Maka nikmatilah, dengan berpikir positif atas apa pun yang kau jalani, atas apapun yang kau hadapai, atas apapun yang kau terima, karena dengan begitu engkau akan bahagia. Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu jua. Maka nikmatilah, karena rasa puas dan syukur atas apa yang telah kita raih akan menghadirkan ketenteraman dan kebahagiaan. Sedang ketidakpuasan hanya akan melahirkan penderitaan. Maka nikmatilah, karena ini pun akan berlalu. Maka nikmatilah, agar engkau tidak kehilangan hikmah dan keindahannya, saat segalanya telah tiada. Maka nikmatilah, agar tak hanya derita yang tersisa saat semua telah berakhir jua.

Pesan untuk Para Suami

•Maret 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

embun_m.jpg

Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah.

Saya awali pesan ini dengan menggambarkan kedua hal di atas. Dengan menikah Anda tidak saja mendapatkan seorang istri, tetapi Anda mendapatkan seluruh dunia. Sebagaimana kita ingat rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah. Yang akan menjadikan rumah kita bak surga, baiti jannati. Sejak pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir hayat Anda insya Allah, istri Anda akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik.Dengan dialah, Anda berbagi berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah Anda berbagi suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan. Ketika Anda sakit, dialah yang akan merawat, ketika Anda memerlukan pertolongan dia akan mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagimu. Ketika Anda berbagi rahasia padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika Anda perlu nasehat, dia akan memberikan nasehat yang terbaik. Dan dia akan selalu bersamamu.

Ketika terbangun di pagi hari, yang pertama mata Anda lihat adalah dia. Dia akan selalu bersamamu, dan jika pada suatu waktu dia tidak ada di sisimu, maka secara emosi dia ada bersamamu. Dia memikirkan, berdoa untuk kebaikanmu dengan sepenuh hati, dan Anda ada dalam pikiran, doa dan hatinya. Ketika Anda tidur di malam hari, terakhir yang Anda lihat adalah dia; dan ketika Anda bermimpi, anda akan melihatnya dalam mimpimu. Kamulah dunianya dan dialah duniamu.

***

Hubungan antara seorang suami istri merupakan hubungan yang sangat penuh dengan hal yang mengagumkan. Tidak mudah digambarkan dengan kata-kata, betapa rasa cinta, kasih sayang, keintiman, kedamaian serta kesejukan yang ada mengisi hati kedua pasangan manusia.
Penjelasan rasional adalah bahwa semua inilah anugerah dari Allah, dan semua itulah kehendak Allah. Dengan semua kuasa dan kehendakNya, Dialah yang menciptakan dan membuat perasaan ini hadir di hati pasangan suami istri.

Allah mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salahsatu tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang. Allah berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Diamenciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamucenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapattanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (QS. 30:21)

Tetapi hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis.Perasaan dapat berubah setiap waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang.Ikatan pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga dengan baik dan kebahagian di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus. Perlu usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan cinta dan kasih mereka. Ibarat sebuah pohon, tanahnya perludirawat, dijaga dan dipupuk.

***

Oleh karenanya, inilah sedikit pesan dari saya bagi Anda para suami;

Di dunia kita, kita hidup di kehidupan yang sibuk dan melelahkan di kelilingi oleh berbagai macam schedule dan deadline. Bagi pasangan, ini artinya kemungkinan Anda tidak bisa meluangkan waktu bersama-sama dan berada sendiri di tengah-tengah kesibukan kerja dan komitmen tugas. Anda jangan membiarkan hal ini terjadi terus menerus. Cobalah sesekali Anda luangkan waktu untuk melakukan kegiatan secara periodik dengan istri Anda. Ingat rasul juga pernah meluangkan waktunya untuk berlomba lari dengan Aisyah r.a.
Keluar dengan istri sesering mungkin, lakukan aktivitas bersama, mengunjungi teman bersama, piknik bersama atau sekedar berbelanja di mall bersama.

Selalu jaga romantika dalam hubungan Anda. Kehidupan modern hampir mengubah kita menjadi robot atau mesin teknologi tinggi tanpa emosi. Menunjukkan emosi dan perasaan yang Anda rasakan perlu untuk menjaga ikatan pernikahan terhindarkan dari berkarat, peluruhan. Sebagaimana rasul bersabda untukmenunjukkan rasa kasih dan sayang pada saudara yang kita cintai, “Katakanlah kepadanya kalau engkau mencintai saudaramu,” sebuah hadist untuk menunjukkan cinta kepada teman karena ikatan ukhuwah. Terlebih lagi bila istri kita yang terikat dengan ikatan suci pernikahan, nyatakanlah.

Jangan meremehkan hal-hal penting yang terlihat kecil, seperti membawakan belanjaannya, memijit bahunya atau membukakan pintu mobil dan sebagainya. Ingatlah bahwa rasul pernah menyediakan kakinya untuk membantu istrinya naik ke atas unta.

Usahakanlah untuk menyediakan waktu sholat berjamaah dengan istri.
Memperkuat hubungan Anda dengan Allah merupakan jaminan terbaik agar pernikahan Anda akan selalu terjaga kuat. Merasakan kedekatan dan kedamaain dalam hubungan Anda dengan Allah akan terimplikasikan dalam hubungan Anda dengan istri di rumah. Ingatlah bagaimana rasul memberikan apresiasi yang sangat besar bagi pasangan yang bangun malam hari untuk sholat layl (sholat malam/tahajjud) bersama atau seorang istri/suami yang membangunkan pasangannya untuk sholat layl sekalipun dengan memercikkan air di muka pasangannya.

Lakukan usaha terbaikmu untuk menjadi terbaik bagi istri dengan kata-kata dan dengan perbuatan. Bicaralah padanya dengan baik, senyum padanya, minta nasehatnya, mintalah pendapatnya, dan luangkan waktu yang berkualitas dengannya dan selalu ingat bahwa rasul bersabda “Yang terbaik diantara kamu adalah terbaik memperlakukan istrinya”.

Adalah hal biasa yang terjadi dimana pasangan berjanji untuk mencintai dan menghormati istri/suaminya sampai maut memisahkan mereka. Saya percaya bahwa janji ini adalah baik dan sangat baik.
Tetapi hal ini tidak cukup. Anda harus mencintai apa yang dicintai istri Anda. Keluarganya, dan hal-hal yang dia cintai harus menjadi kecintaan Anda pula.

Tidak cukup pula mencintainya sampai maut memisahkan. Cinta tidak boleh mati dan kita percaya bahwa ada kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati. Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat.
Sebagaimana rasul mencintai Khadijah istrinya yang telah menemani beliau selama 25 tahun, beliau terus menerus mencintai khadijah dan mengingatnya. Setelah kematian khadijah beberapa tahun berselang, rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan sanak kerabat dan teman khadijah beliau utamakan yang terkadang membuat Aisyah cemburu.

Cintailah istri Anda, dan apa yang dicintainya. Cintailah ia tidak hanya sampai maut memisahkan tetapi sampai Anda dikumpulkan bersama kelak di akhirat, insya Allah.

Semoga nasehat atau ajakan ini dapat menambah kecintaan Anda dan kecintaan istri Anda.

Pernahkah Anda Berfikir …

•Maret 3, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

think2.jpgPernahkah anda memikirkan bahwa anda tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini; dan anda telah diciptakan dari sebuah ketiadaan?Pernahkan anda berpikir bagaimana bunga yang setiap hari anda lihat di ruang tamu, yang tumbuh dari tanah yang hitam, ternyata memiliki bau yang harum serta berwarna-warni?

Pernahkan anda memikirkan seekor nyamuk, yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari anda, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya?

Pernahkan anda berpikir bahwa lapisan luar dari buah-buahan seperti pisang, semangka, melon dan jeruk berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus daging buahnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga?

Pernahkan anda berpikir bahwa gempa bumi mungkin saja datang secara tiba-tiba ketika anda sedang tidur, yang menghancur luluhkan rumah, kantor dan kota anda hingga rata dengan tanah sehingga dalam tempo beberapa detik saja anda pun kehilangan segala sesuatu yang anda miliki di dunia ini?

Pernahkan anda berpikir bahwa kehidupan anda berlalu dengan sangat cepat, anda pun menjadi semakin tua dan lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan kekuatan anda?

Pernahkan anda memikirkan bahwa suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus oleh Allah akan datang menjemput untuk membawa anda meninggalkan dunia ini?

Jika demikian, pernahkan anda berpikir mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan dan yang seharusnya mereka jadikan sebagai tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat?

Manusia adalah makhluk yang dilengkapi Allah sarana berpikir. Namun sayang, kebanyakan mereka tidak menggunakan sarana yang teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataannya sebagian manusia hampir tidak pernah berpikir.

Sebenarnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang.

Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin.

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mngerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (QS. Al-Fajr, 89:23-24)

Seseorang yang tidak berpikir berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya ia tidak akan mengetahui tujuan penciptaan alam, dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal, Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an:

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39)

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minuun, 23:115)

Oleh karena itu, yang paling pertama kali wajib untuk dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang ialah tujuan dari penciptaan dirinya, baru kemudian segala sesuatu yang ia lihat di alam sekitar serta segala kejadian atau peristiwa yang ia jumpai selama hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan hal ini, hanya akan mengetahui kenyataan-kenyataan tersebut setelah ia mati. Yakni ketika ia mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah; namun sayang sudah terlambat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa pada hari penghisaban, tiap manusia akan berpikir dan menyaksikan kebenaran atau kenyataan tersebut:

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (QS. Al-Fajr, 89:23-24)

Padahal Allah telah memberikan kita kesempatan hidup di dunia. Berpikir atau merenung untuk kemudian mengambil kesimpulan atau pelajaran-pelajaran dari apa yang kita renungkan untuk memahami kebenaran, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan di akhirat kelak. Dengan alasan inilah, Allah mewajibkan seluruh manusia, melalui para Nabi dan Kitab-kitab-Nya, untuk memikirkan dan merenungkan penciptaan diri mereka sendiri dan jagad raya:

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.” (QS. Ar-Ruum, 30: 8)

 

 

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

•Februari 26, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

bluerose.jpg

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.

Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.

Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

“Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak.”

ketika cinta bertasbih..

•Februari 23, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

allah.jpg
Even fire praises Allah..

Dengar baik baik perkataan ulama besar Iskandaria Ibnu Athaillah;

La yukhriju asy syahwata illa khaufun muz’ijun aw syauqun muqliqun !

Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan dunia selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!Jadi…

Mari kita sama sama insyaf

cinta sejati itu menyembuhkan tidak menyakitkan,

cinta sejati itu tidak menzalimi,

cinta sejati berorientasi ridha Ilahi,

Allah Allah Allahu rabbi

aku cinta dirimu duhai kekasih,

tapi aku lebih cinta Tuhanku, Ilahi rabbi

Awan bagi pemintal cita

•Februari 15, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

god2.jpg

Kupersembahkan pada seorang sahabat, yang kan terus
memintal beribu lembar kata yang sesaki dirinya dengan ruh rasa…

                                                                                                                                                                              ” Awan bagi pemintal cita”

Bilakah pagi menjelma
dan kita terus berjaga
menyulam segala angan,
menjadikannya awan

Bilapun, mentari nekat menyapa
Tetaplah disandingku
wahai kekasih
menelisik tiap relung rasa hingga lelah tiba,
jika itu ada

Usah dikau kelu,
ketika panas mentari
coba usik kisah kita
karna niscaya
awan yang tersulam dari beribu angan
kan ayomi tiap langkah gontai
sepasang perajut cinta
yang menjadikan kasih
sebagai tongkat pemintal cita
.

hari ini hujan..

•Februari 14, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

hardrain.jpg

Bismillahi tawakkaltu la haula wala quata illa billah.. hanya itu yang terucap di hati ketika hujan lebat mengaburkan pandanganku menjelang perjalanan menjemput buah cintaku..

Alhamdulillah..

Betapa besar sesungguhnya nikmat yang Allah berikan padaku, ditengah hujan yang menggila, ketika aku terpikir bagaimana dinginnya orang palestina kala hujan datang menerpa rumah mereka yang mungkin tanpa atap…

bagaimana pula perasaan mereka yang harus berdiri di tengah hujan karena rumah mereka telah porak poranda tak tersisa..

Ya Allah, kuatkanlah mereka

Hanya doa itu yang terucap dari bibirku yg kelu membiru sepanjang 30 menit perjalanan di tengah hujan yang tak hentinya menderas bumi..

From Beirut to Jerusalem

•Januari 29, 2008 • 1 Komentar

palestine-girl.jpg

Ketika mencoba memahami bagaimana bisa orang orang Palestina bertahan menghadapi kekejaman zionis, aku diberitahu sebuah kata bahasa arab yg merupakan bagian dr kosakata keseharian warga Palestina yang hidup di wilayah pendudukan— Sumud. Artinya ketabahan,kesabaran.

Bagiku, semangat ini sangat jelas terungkap dari terjemahan lirik lagu ini, yang mengungkapkan perasaan orang-orang palestina ketika mereka dipukuli, ketika rumah rumah mereka diledakkan oleh pasukan Israel, ketika tanah-tanah mereka dirampas,ketika mereka diusir dan diancam dibunuh ;

AKU BERTAHAN

Aku bertahan, dengan tabah, aku bertahan

ditanah airku, aku bertahan

jika mereka merampas rotiku, aku bertahan

jika mereka membunuh anak-anakku, aku bertahan

jika mereka meledakkan rumahku,oh rumahku

dalam bayang-bayang dinding-dindingmu, aku bertahan.

Dengan harga diri, aku bertahan

dengan sebatang tongkat, sebilah pisau, aku bertahan

Dengan selembar bendera ditanganku,aku bertahan,

dan jika mereka memotong tanganku serta benderaku

dengan tanganku yang lain, aku bertahan

Dengan tanahku, dan kebunku, aku bertahan

Dengan keteguhan imanku, aku bertahan

Dengan kuku-kukuku dan gigiku, aku bertahan

Dan jika luka-luka di tubuhku bertambah

Dengan luka-luka dan darahku, aku bertahan

Ini adalah lagu yg dinyanyikan para warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan Israel, mereka yang harus berhadapan dengan pasukan yang dipersenjatai paling lengkap di dunia, hanya bersenjatakan tubuh mereka dan batu..

beda! kita beda.. sekali lagi beda!

•Januari 25, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kesadaran adalah matahari” lantang teriak Si Burung Merak Rendra “Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata,” lanjutnya tak kalah tegas

Aku sadar,Matahari yang bila harus kita datangi,memerlukan waktu berjuta tahun perjalanan cahaya,selama ini telah akrab dengan aku dan kau.Sehingga tak perlu ku ulang dan kunyatakan betapa ia begitu besar,membara,panas membakar apapun yang ada disekitarnya.Tak perlu pula kuulangi bahwa,ia menjadi energi aktif yang menyebabkan air tak malu untuk beranjak dari kubangannya,melangit berkumpul menjelma awan dan kembali,rela turun dalam deras membasahi bumi yang kerontang hingga kembali segar.

Kita,aku dan kau,jelas bukan Matahari dan bukan pula penyembah Matahari.Aku dan kau adalah sepasang manusia yang kebetulan berbeda jenis kelamin dan bahkan perangai.Namun kita,aku dan kau,sama-sama butuh sinar dan sengatan matahari.Karena itu pula kita tinggal dalam satu bumi.Bumimu dan bumiku adalah satu.Namun aku dan kau jelas tak satu.

Beda ! Kita beda ! Sekali lagi,bedaaaaaaaaa…

Lantas apa yang memaksa kita harus saling bersapa,wong segalanya nyaris berbeda ! Untuk apa berpayah-payah saling memahami perbedaan kita,bukankah berkali-kali telah kita coba namun hasilnya tak lebih dari sebuah jurang yang kian dalam membantang, sehingga kita harus saling berteriak untuk bicara ? Mungkin masih beruntung kita hanya saling berteriak.Bagaimana kalau kita saling menarik hingga akhirnya bersama tercampak di antara jurang menganga yang kita cipta ?

Mungkin itu kesahmu tentang segala beda kita.Mungkin itu dalihmu untuk menyikapi segala perangai aneh yang juga tak mampu bersua.. Namun itu adalah anganku. Aku tak tahu pasti apakah engkau benar-benar berpikir semacam itu ? Karena aku dan kau berbeda,sehingga pandanganku tentangmu dalam memandang sesuatupun juga akan berbeda.

Maka makin lebarlah,jurang yang memisahkan kita,”keluhmu lunglai.”Lebar dan curam !”tambahku tak kalah lunglai.

Kalo begitu mari kita saling perang hingga salah satu dari kita tercampakkan berkubang amis darah menghitam,”bisik iblis yang berada dalam bilik batin kita masing-masing.

Memuncaklah,semangatmu dan semangatku untuk beradu,meneteskan darah masing-masing.Hasilnya,memang belum setetes darahpun yang mengalir dari tubuh kita masing-masing.

Ayo,terus sakiti dia hingga lukanya terus menganga.Agar dia tahu bahwa luka memang menyakitkan ! Hingga ia sadar untuk tak menyakitimu,”kian merdu bisikan itu dalam gendang telinga kita.

Kitapun mulai merangsak penuh kemarahan dan kecewa menghujat,menghantam dan kita berdua terluka.

Memang darah belum mengalir.Tapi tidakkah,kau lihat peluh membasahi mata kita ? Sadarkah,kau peluh yang seharusnya menetus dari sejuta pori itu,membangkang menolak menjalankan titahnya,mengalir deras diantara pelupuk mata kita berdua.Yah,mata kita berdua hingga memerah ! Akankah kita terus memaksa bertarung untuk menegakkan perbedaan kita masing-masing ?

Iya dong,masak berhenti bertarung.Tunjukan kau yang paling benar! Buat dia tersuruk-suruk,menyerah payah!”kembali suara merdu melantun bertalu di gendang telingaku dan telingamu.

Kini aku duduk kelu,lusuh.Aku memendang dua lenganku yang lunglai.Kanan dan kiri memang beda,tapi mengapa ia mampu bertengger dalam satu raga ?

Aku dan kau berbeda,namun berada dalam satu bumi jua.Tidakah kita mampu belajar dari lunglainya lengan kita?

Tidakkah kita dapat belajar dari mentari,air,bumi dan segala beda yang ada ?

Aku tak ingin memupus beda diantara kita.Aku hanya ingin bersahabat dengan segala beda yang ada.Mungkin kita perlu belajar membuat jembatan cinta diantara dua tebing jurang yang menganga.Kita perlu satu hati untuk belajar memahami bagaimana tangan kiri dan tangan kanan saling mencinta.

Wahai engkau yang menunggu jam delapan berdentang,aku disini duduk lesu menantimu.Bilakah sapamu kan segera berdentang bersama laju waktu yang terus bergerak ?

Perbedaan diantara kita lenyapkan.Kita memerlukannya agar energi jiwa dan raga kita terus berproses,terbang mengawan dan sesaat kemudian menghujam kebumi.Dinamis naik,turun,bergelombang,kadang menyenangkan dan tak jarang menyakitkan seperti terik sengatan matahari.Tapi kita akan selalu butuh matahari,percayalah………

Kuulurkan tanganku,maukah kau menyambutnya wahai perempuan………..

 

ingin kusibak

•Januari 9, 2008 • 1 Komentar

mirror1.jpg

Ada beribu kata yang kusekat agar tak menghambur ke
haribaanmu wahai kau sobatku. Ingin kuhapus segala
cermin di benakku agar tak ada lagi bayang yang
terus memantul, silaukan aku hingga terus bergumul dengan
galau.

Sobatku,
Kucoba terus menumpuk segala anganku hingga
terpuruk,
berselimut debu apak hingga tak lagi ada, tarikan
napas panjang yang hanya tumbuhkan segala imajinasi
yang membuatku luka. Mendorongku terpuruk ke pojok
lorong gelisah tak berujung.

Sobatku,
Ada kesadaran di batinku. Dan itu hanya melukaiku.
Seperti beribu panah yang bergantian memburu,
menusuk,
menghunjam tiap sisi ragaku. Aku harus segera lari
pergi. Pergi jauh dari sapuan indahnya pancaran
cahaya rembulan yang memang tak laik kurasakan.

sobatku,
Jujur, aku tetap merindui segala pantulan cermin kalbu
walau hanya silaukanku. Salahkah aku ?

Sobatku,
Limpahkan padaku setangkai doa agar gelisah itu
tetap ada walau hanya mekarkan galau dan duka.

Sobatku,
maafkan segala kelancanganku. Moga beribu panah
terus terpa aku hingga segera sadar dari segala mimpi yang
berkepanjangan ini. Bilakah kau kan, bersedia bidikkan
satu saja untukku agar kutahu, saatnya aku harus
beradu dengan debu mencari … ruang istirah yang
sakinah.