ingin kusibak
Ada beribu kata yang kusekat agar tak menghambur ke
haribaanmu wahai kau sobatku. Ingin kuhapus segala
cermin di benakku agar tak ada lagi bayang yang
terus memantul, silaukan aku hingga terus bergumul dengan
galau.
Sobatku,
Kucoba terus menumpuk segala anganku hingga
terpuruk,
berselimut debu apak hingga tak lagi ada, tarikan
napas panjang yang hanya tumbuhkan segala imajinasi
yang membuatku luka. Mendorongku terpuruk ke pojok
lorong gelisah tak berujung.
Sobatku,
Ada kesadaran di batinku. Dan itu hanya melukaiku.
Seperti beribu panah yang bergantian memburu,
menusuk,
menghunjam tiap sisi ragaku. Aku harus segera lari
pergi. Pergi jauh dari sapuan indahnya pancaran
cahaya rembulan yang memang tak laik kurasakan.
sobatku,
Jujur, aku tetap merindui segala pantulan cermin kalbu
walau hanya silaukanku. Salahkah aku ?
Sobatku,
Limpahkan padaku setangkai doa agar gelisah itu
tetap ada walau hanya mekarkan galau dan duka.
Sobatku,
maafkan segala kelancanganku. Moga beribu panah
terus terpa aku hingga segera sadar dari segala mimpi yang
berkepanjangan ini. Bilakah kau kan, bersedia bidikkan
satu saja untukku agar kutahu, saatnya aku harus
beradu dengan debu mencari … ruang istirah yang
sakinah.

indah nian kata dirangkai
terkesima awak membacanya……
salam terima kasih telah melangkahkan kaki di blog ampunya hamba….