From Beirut to Jerusalem
Ketika mencoba memahami bagaimana bisa orang orang Palestina bertahan menghadapi kekejaman zionis, aku diberitahu sebuah kata bahasa arab yg merupakan bagian dr kosakata keseharian warga Palestina yang hidup di wilayah pendudukan— Sumud. Artinya ketabahan,kesabaran.
Bagiku, semangat ini sangat jelas terungkap dari terjemahan lirik lagu ini, yang mengungkapkan perasaan orang-orang palestina ketika mereka dipukuli, ketika rumah rumah mereka diledakkan oleh pasukan Israel, ketika tanah-tanah mereka dirampas,ketika mereka diusir dan diancam dibunuh ;
Aku bertahan, dengan tabah, aku bertahan
ditanah airku, aku bertahan
jika mereka merampas rotiku, aku bertahan
jika mereka membunuh anak-anakku, aku bertahan
jika mereka meledakkan rumahku,oh rumahku
dalam bayang-bayang dinding-dindingmu, aku bertahan.
Dengan harga diri, aku bertahan
dengan sebatang tongkat, sebilah pisau, aku bertahan
Dengan selembar bendera ditanganku,aku bertahan,
dan jika mereka memotong tanganku serta benderaku
dengan tanganku yang lain, aku bertahan
Dengan tanahku, dan kebunku, aku bertahan
Dengan keteguhan imanku, aku bertahan
Dengan kuku-kukuku dan gigiku, aku bertahan
Dan jika luka-luka di tubuhku bertambah
Dengan luka-luka dan darahku, aku bertahan
Ini adalah lagu yg dinyanyikan para warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan Israel, mereka yang harus berhadapan dengan pasukan yang dipersenjatai paling lengkap di dunia, hanya bersenjatakan tubuh mereka dan batu..


Warga Palestina terutama yang berada di jalur Gaza kini mungkin tengah merana setelah Israel memblokade jalur masuk ke tempat itu.